Jakarta Mei 1998 - Srigala Berbulu Domba - Jadilah - Aku Ingin Menjadi Cinta Lagi - Koruptor - Para Pembohong Suara - Elegi Kupu-kupu | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu
Jakarta Mei 1998 - Srigala Berbulu Domba - Jadilah - Aku Ingin Menjadi Cinta Lagi - Koruptor - Para Pembohong Suara - Elegi Kupu-kupu Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 05:00 Rating: 4,5

Jakarta Mei 1998 - Srigala Berbulu Domba - Jadilah - Aku Ingin Menjadi Cinta Lagi - Koruptor - Para Pembohong Suara - Elegi Kupu-kupu

Jakarta Mei 1998

Air mata dipecah
berlinang berai, memisah saling
curiga diriuh merobek bendera

Angin ngilu, ratapannya
terdengar satir di palung katulistiwa
kata-kata terbelah hilang sapa

Tidak ada lagi saudara
satu dipecah berjuta angkara, menyala
asapnya membumbung murka

Ngeri dikenang
berkecamuk benci, menyembilu nurani
gadis-gadis diperkosa dan harta benda dirampas

Kasih sayang hilang
dihempas kericuhan, jeritannya
bergumam : jangan ulangi kebiadaban ini lagi!

Jakarta, Maret 2018

Srigala Berbulu Domba

Kau dan aku
sepasang srigala lapar
melolong
di perut
berbulu domba

Kita tidak bernampak marah
tidak berkeluh kesah

Kita hanya pura-pura, lalu
menikam
di belakang.

Kudus, Maret 2018

Jadilah

Jangan jadi air mata
jika linangannya pura-pura

Jangan jadi kata
jika ucapnya tipu daya

Jadilah dirimu saja
perkasa di palung cinta.

Kudus, Maret 2018

Aku Ingin Menjadi Cinta Lagi

Melihat antara kebenaran dan kekeliruan saling
berjumpalitan
di pelupuk mata, rasanya membuat aku gamang
meneteskan air mata
rasanya aku terlelap di pencarian yang berkunangkunang

Aku ingin menjadi cinta lagi
menjadi telur dalam rahimnya lalu menetes menjadi
cahaya
di hati yang setia mengusir kabut dan berhening di
kesucian sambil
merenungi segala kekaburan

Aku ingin menjadi cinta lagi, ya aku ingin
menjadi lagi, lalu mengembarai seperti burung
terbang bersayap sajadah
hinggap dari ranting ke ranting berkicau rindu di
palung jiwa dan
selalu ingat, selalu kangen pada keabadian

Aku ingin merjadi cinta lagi
sebab aku ingin kembali kepadamu
tak sia-sia.

Kudus, Maret 2018.

Koruptor

Kau
tidak bedanya tikus
mengerat
dada terbelah
bendera robek

Kau juga
tidak bedanya benalu
menggelantung
ranting-ranting tercecap
daun terucek

Kau
lalat di meja makan.

Para Pembohong Suara

Niat tipu dayamu, kepentingan
politikus, astaga

Membohong suara yang
dipertontonkan

Sepahit liur lidah, menjulur bayang
di pesta demokrasi

Mematuk telinga rakyat yang
ditulikan.

Elegi Kupu-kupu

Ketika kau terbang di taman
Putik bunga mekar dalam cumbu nafasmu
Menebar aroma tentram, ada desah kasih sayang
Mengingatkan meditasi kelahiran

Sungguh lembut sayapmu, setipis
Kulit cinta tak patah cahaya, berkitaran
Mencari kata demi kata, bergairah
puisi berkepak hati

Kutemukan terbangmu pagi hari
langit berbinar cerah, dan angin beraroma rindu
mengulum sisa embun malam di bibir matahari
dalam decak rahasia-rahasia

Ketika kau terbang lalu
hinggap di mata, air mata bergulir menetes syahdu
di kalbu, lalu bergumam :
sungguh semakin langka taman-taman digusur
gedung-gedung industri.

Kudus, April 2018


Jumari HS ,lahir di Kudus, 24 November 1965, dan bekerja sebagai buruh di kota yang sama. Pada 2011 penulis diundang University Hankuk, Seoul, Korea Selatan, untuk membacakan puisinya di Kota Ansan. Buku puisinya yang telah terbit ialah Tembang Tembakau (2008) dan Tentang Jejak yang Hilang (2016).

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Jumari HS
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Media Indonesia" Minggu 13 Mei 2018

0 Response to "Jakarta Mei 1998 - Srigala Berbulu Domba - Jadilah - Aku Ingin Menjadi Cinta Lagi - Koruptor - Para Pembohong Suara - Elegi Kupu-kupu "