Kumis - Jenggot - Ibadah - Mulut - Istana - Air - Makan - Minum | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Untuk Arsip Selanjutnya, Sila Klik Tautan Laman www.klipingsastra.com/ID

Kumis - Jenggot - Ibadah - Mulut - Istana - Air - Makan - Minum Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 05:00 Rating: 4,5

Kumis - Jenggot - Ibadah - Mulut - Istana - Air - Makan - Minum

Kumis

Kumismu layak dibabat habis
Agar bibirmu terlihat seperti bibir
Bibir manusia bukan bibir iblis
Yang suka takbir tanpa mencibir

Kumismu melintang mirip cemeti
Cemeti milik penggembala sapi
Sapi yang tak mengenal matematika
Tak juga mengenal sorga dan neraka

Kumismu akan semakin panjang
Jika tidak segera kau babat habis
Bibirmu akan tersapu-sapu
Lalu jadi perot meringis-ringis

Kumismu mempersangar wajahmu
Wajah yang telah berubah menakutkan
Perempuan-perempuan akan takut melihatmu
Anak-anak akan menganggapmu edan.

Kandang Roda, 2018

Jenggot

Jenggotmu lebat seperti sapu
Sapu yang mengapung di atas bah
Aku jijik melihatnya begitu
Aku jadi mau muntah-muntah

Jenggotmu terlihat mulai memutih
Seperti mendung di musim pancaroba
Banyak orang melihatmu dengan sedih
Mereka menangis dalam doa-doa.

Kandang Roda, 2018

Ibadah

Ibadah telah dipamer-pamerkan
Padahal bukan untuk dipamerkan
Lihatlah, banyak tempat ibadah
Bermunculan di mana-mana
Seperti lomba bermegah-megah
Namun sering sepi dan gulita

Ibadah
Untuk apakah
Kepada siapakah
Itu pertanyaan mereka
Mereka yang tak beragama
Agama yang ada di mana-mana.

Kandang Roda, 2018

Mulut

Mulutmu berbusa-busa
Busa yang telah menjadi limbah
Limbah yang berbahaya
Seperti wabah
Wabah yang ganas
Bagi sesama dan semesta jadi panas
Seperti api yang berkobar-kobar
Membakar dan membakar
Dunia bisa hangus
Semua akan mampus

Mulutmu berkoar-koar
Terdengar begitu menggelegar
Banyak yang takut mendengar
Banyak yang bergetar-getar

Mulutmu bau busuk
Busuk mirip bangkai
Udara jadi ikut membusuk
Sindat-sindat menari gemulai

Mulutmu membingungkan sesama
Karena menawarkan surga dengan marah
Aku jadi bertanya-tanya
: Kamu itu sekutu Ibliskah?

Kandang Roda, 2018

Istana

Kau bangun istana
Begitu megahnya
Lalu kau pagari dengan serdadu
Serdadu yang membisu

Kubangun istana
Di dalam khayalan
Tanpa pagar serdadu
Serdadu yang berkhayal
Membangun istana.

Di sana ada istana
Di sini ada istana
Di mana-mana ada istana
Semua milik raja
Raja yang membangun istana
Istana untuk berkuasa
Istana yang menjadi penjara.

Kandang Roda, 2018

Air

Kau alirkan airmu
Air yang bening tanpa bau
Bau kematian kaummu
Di ruas-ruas jalan
Jalan menuju sorga

Kau teteskan airmu
Air bening tanpa rasa
Rasa benci kepada sesama
Yang ada di sekitar kita
Semua mendamba cinta

Kau muncratkan airmu
Air yang bau dan merasa
Rasa nikmat sesaat saja
Namun menjadi berlama-lama
Karena selalu bikin ketagihan

Kau bekukan airmu
Di dalam kulkasnya
Lalu kau dan dia menyatu
Dalam ranjang berbunga-bunga
Bunga yang melayu-layu

Airmu bukan airku
Air yang bisa menyala
Membakar hidup kita
Hidup yang sementara
Sebelum kemudian abadi
Di neraka ataukah sorga.

Kandang Roda, 2018

Makan

Orang makan orang
Orang yang bisa dimakan
Makan yang terus menerus
Sepanjang zaman

Kau pun tiba-tiba bertanya:
Makan apa kita hari ini?
Aku menangis dalam hati
Hati yang kehilangan cinta

Kau pasti telah makan
Seperti aku dan dia
Seperti mereka
Semua makan
Makan bukan sembarang makan
Makan apa
Makan siapa.

Kandang Roda, 2018


Minum

Minumlah minumanmu
Jangan minum minumanku
Tapi kau tetap minum minumanku
Aku pun minum minumanmu

Minumlah untuk hidup
Tapi kau hidup untuk minum
Seperti mereka
Saling minum keringat sesama
Sesama yang tak sama

Minum memang untuk hidup
Berduyun-duyun orang ingin minum
Apa saja bisa diminum
Bahkan air mata.

Kandang Roda, 2018

Siti Siamah, lahir di Grobogan, Jawa Tengah, 26 Desember 1977. Selain mengurus rumah tangga, ia menulis puisi, cerpen, novel, dan esai. Saat ini, Ia menjadi peneliti di Global Data Reform dan menetap di Bogor.

Rujukan:
[1] Disalin dari karya Siti Siamah
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Media Indonesia" Minggu 20 Mei 2018

0 Response to "Kumis - Jenggot - Ibadah - Mulut - Istana - Air - Makan - Minum"