Mitoni - Mengenakan kebimbangan Apa Kau Hari Ini? - Kuil - Menamai Kekalahan - Mengingat Langit - Aku Yang Gagal Bertahan Dalam Keramaian | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Untuk Arsip Selanjutnya, Sila Klik Tautan Laman www.klipingsastra.com/ID

Mitoni - Mengenakan kebimbangan Apa Kau Hari Ini? - Kuil - Menamai Kekalahan - Mengingat Langit - Aku Yang Gagal Bertahan Dalam Keramaian Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 04:00 Rating: 4,5

Mitoni - Mengenakan kebimbangan Apa Kau Hari Ini? - Kuil - Menamai Kekalahan - Mengingat Langit - Aku Yang Gagal Bertahan Dalam Keramaian

Mitoni

Cengkir setengah utuh
selembar jarik
dan kerat rayap
dalam perut ponakan,
mana yang akan mengantarmu
pada kenduri tujuh bulan?

Doa-doa menyelubungi,
langit atas dan langit bumi.

“Lalu padanya kuhaturkan paras ayu
agar bulan mangkir malam itu.”

Di kediamannya segala hakikat berlantunan
bersamanya perasaan-perasaan telah kukuh
dalam semerbak nyawa dan melati.

2017

Mengenakan kebimbangan Apa Kau Hari Ini?

Kepalamu lemari kayu
kau susun keinginan
demi keinginan
layaknya lipatan baju.

Di sana pula
kau bubuhkan kristal
dari doa-doa orang tuamu
(Tuhan yang selalu berhati-hati)
semata agar ia tahan lama
dan tidak cepat bau.

Ini musim seperti anak kecil
yang senantiasa duduk riang
menghadap kebimbangan.
Kau pun tahu bukan?
Undang-undang maupun moral
tidak ada yang melarang,
tiada hari ia tanpa telanjang.

Pesta dan tragedi
riang dan rendah diri
begitu seterusnya
sampai kau tak ingin
ke mana-mana.

2017

Kuil

Jauh sebelum pagi diciptakan
langkah telah sampai pada muara
sunyi memberontak, itu di depan
masa silam sedang bangkit perlahan.

Di dasar jejak sedang menari-nari
ritus yang dulu kau gambar dengan ari-ari.
Dan semestinya tak ada lagi
yang perlu kau tahan sekarang,
: kuil waktu yang merapuh
maupun jerit redam kematian.

2017

Menamai Kekalahan

Ada yang mesti dilepas
ada yang mesti digenggam
sejak awal orang selalu bilang
hidup hanyalah pengulangan tragedi.

Kemudian kita ciptakan istilah baru
nasib dan kepasrahan ada di antaranya.
Kita berangsur tenang, hidup semakin lega
kita berusaha mengasuhnya dengan
seksama.

Meski kita pun tahu ini hanyalah kekalahan
dalam bentuknya yang lebih mulia.

2017

Mengingat Langit

Apa yang selama ini
kita ingat dari langit?
Selain bintang-bintang
yang disusun angin lepas
serta doa-doa serba bias.

2017

Aku Yang Gagal Bertahan Dalam Keramaian

Aku yang gagal bertahan dalam keramaian
ialah seekor burung camar yang payah
menempatkan diri dalam kawanan.
Selembar daun trembesi di tepi bypass
yang latah menanggung kehendak musim.

Aku yang gagal bertahan dalam keramaian
ialah peminat dansa yang tak mengerti
bagaimana menciptakan kepercayaan diri.
Cangkang kosong di hamparan pasir
ditendang percuma kaki seorang musafir.

Aku yang gagal bertahan dalam keramaian
Ialah latar monokrom sewaktu pelangi.

2017

*Penulis adalah mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Rujukan:
[1] Disalin dari karya  Nugroho Adi
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Radar Surabaya" edisi Minggu 6 Mei 2018

0 Response to "Mitoni - Mengenakan kebimbangan Apa Kau Hari Ini? - Kuil - Menamai Kekalahan - Mengingat Langit - Aku Yang Gagal Bertahan Dalam Keramaian"