Saat Belum Pulang - Dialog Senja, Malam, dan Pagi - Senja dan Malam dalam Cemburu - Sewaktu Berpuisi - Setangkai Fragmen Cinta - Lukisan Wajah | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Untuk Arsip Selanjutnya, Sila Klik Tautan Laman www.klipingsastra.com/ID

Saat Belum Pulang - Dialog Senja, Malam, dan Pagi - Senja dan Malam dalam Cemburu - Sewaktu Berpuisi - Setangkai Fragmen Cinta - Lukisan Wajah Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 01:00 Rating: 4,5

Saat Belum Pulang - Dialog Senja, Malam, dan Pagi - Senja dan Malam dalam Cemburu - Sewaktu Berpuisi - Setangkai Fragmen Cinta - Lukisan Wajah

Saat Belum Pulang

Awan yang memeluk matahari itu
angin bercumbu di antara daun-daun
kering
kata melayang menimbun kesunyian
memberi sapa untuk sebuah kenangan

setiap kali mata mengembunkan tetesnya
pada siapa aku mengenalnya dan
melangkah untuk tak hentinya menghi-
tung luka
berisi melodi yang membungkam tore-
han rindu

kau luput tak membingkai rasa lalu
yang terselip dalam serpihan ego bukan
mentari
kalau kau tersungkur
tiada mengoyak langkahku jauh
tinggalkan di setiap doanya
meski nyawa luruhkan untuk pulang
di setiap keheningan senja
Purwokerto, 2018


Dialog Senja, Malam, dan Pagi

Jika membeku di setiap lang-
kah-langkah denganmu
Di tikar yang membutku terh-
anyut
Tak mampu kuhilangkan seribu
kata
Yang terkikis habis bersarang
pada tubuhmu

Hanya kerikil melempar kepu-
tusanku
Ketika aliran melewati pohon-
pohon
Seperti esok senja
Akan dipungutnya walau se-
genggam masa
Merangkai malam yang tera-
baikan
Ketika bulan jauh terkubur
Tertelan oleh wajah pagi
Purwokerto, 2018

Senja dan Malam dalam Cemburu

Dalam dedaun bersama
sinar bersaksi
Berharap senja memang-
kuku
Sampai kau melemparku
setiap doa
Sebagaimana dulu
Meski setiap hidup harus
berbagi
Aku tak bertemukan kerin-
dangan dalam hatiku
Hingga labuhan panjang
menghampiri
Melayang tak dalam di aliran
lisanku
Aku bersangka
Perlahan turunkan malam
Pada daun yang kau peluk
sembari tertawa
Dan hanya kau dan aku di sini
Purwokerto, 2018

Sewaktu Berpuisi

Mata membawa jeritan semua terkira itu
Jangan kau lupa
Sampai aku tiba di langkah dalam
pangkalnya
Yang tak mampu memendam rindu
Untuk sewaktu berlutut memunajatkan
Tanpa ikatan

Menunggu aku berpuisi
Sampai ingkar di pertemuan akhir
Yang tidak menginginkan
Tersenyum lirih

Purwokerto, 2018

Setangkai Fragmen Cinta

Dengan mengisi luka dalam tangkai
Melahirkan kucuran air mata
Di setiap bersamamu

Berjalan di atas jeruji yang menganga
Meski berdaun itu memanggilku
Ketika aku terlelap di bawah indah bunga
Memeluk yang mulai bersungkur
Bersama melebur
Purwokerto, 2018

Lukisan Wajah

Beberapa raut wajahmu terlukis
Sudah menjadi kenangan
Melambaikan di setiap kanvas
Meski terus menghembus
Masih jelas terbayang
Begitu kau hadir ingin selalu menunggu
Likaliku kata warna yang tak terucap
Seolah terbius untuk hilangkan
Tinta hitam yang membunuh pucuk cinta
Purwokerto, 2018

Davit Kuntoro, Kelahiran Banyumas, Jawa Tengah. Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Sering mengikuti beragam lomba cerpen dan event puisi.


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Davit Kuntoro
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Lampung Post" edisi Sabtu, 27 Mei 2018

0 Response to "Saat Belum Pulang - Dialog Senja, Malam, dan Pagi - Senja dan Malam dalam Cemburu - Sewaktu Berpuisi - Setangkai Fragmen Cinta - Lukisan Wajah"