Kampung Halaman - Bait-Bait Senja - Boneka - Kain Kafan - Akik - Aku Air - Benci | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Untuk Arsip Selanjutnya, Sila Klik Tautan Laman www.klipingsastra.com/ID

Kampung Halaman - Bait-Bait Senja - Boneka - Kain Kafan - Akik - Aku Air - Benci Reviewed by Kliping Sastra Nusantara on 01:00 Rating: 4,5

Kampung Halaman - Bait-Bait Senja - Boneka - Kain Kafan - Akik - Aku Air - Benci

Kampung Halaman

Tak ada yang lebih membahagiakan
selain ceritamu, kampung halaman
masa kanak-kanak silih berganti datang di kesepianku
kadang meneteskan airmata

aku kenangan menjauh, panjangnya
tak terukur jaraknya, rindu berdebur hanya resah
yang bergelayut
kicau burung, suara jengkerik maupun gemersik
dedaunan
saling bertaut pada rasa ingin mengulang kembali

aku tanah bahagia
masih terasa elok ketika tumbuh bunga-bunga
menebar aroma rindu di jiwa.

Kudus, Mei 2018.

Bait-Bait Senja

Lengang kuyup kenangan-kenangan, kesepiankah?
rindu seperti dilindas laju rel kereta yang akan
sampai di gerbong stasiun
panorama dan nama-nama telah banyak terlewati,
dan hidup tak ubahnya
sebuah skripsi berisi lembar bait-bait peristiwa
yang meratap

bergelayut kisah-kisah silam di ranting
akarnya sudah rapuh, angin pun tertatih dalam desirnya
menyusuri huruf-huruf yang berkaburan, dan
mengeringkan airmata
yang kembali menetes cinta.

Kudus, Mei 2018.

Boneka

Anak-anak menyukaiku, sampai larut malam
aku ditimang-timang, mereka rela lupa belajar
bahkan makan

orang-orang kaya terhibur memajangku di ruang
tamu atau
di kamar tidur, mereka tak peduli dipatungkan harapan
dan mimpi-mimpi

para penguasa dan politikus mahir mencipta aku
dengan tipu daya lalu
setelah mereka duduk di kursi tertidur lelap lupa
janji-janjinya sendiri.

aku hanyalah boneka
tak berdaya yang diberdaya!

Kudus, Mei 2018

Kain Kafan

Di guliran waktu
aku setia mengikuti langkah
dan siap membungkusmu dengan rahasia
membawa ke negeri baru

di lembar kain putih
kuingatkan laju kereta senantiasa mendekat
siap memberangkatkan
: adakah sesuatu yang menyiksa?

Kudus, Mei 2018.

Akik

Tak ada yang istimewa
selain dirimu, hanyalah batu yang melilit
di jari manis tanpa makna

mungkin tak punya cerita
sebab diamnya jumawa ingin disapa
selebihnya pura-pura

tak ada yang lebih elok
selain matamu, hanyalah pandangan palsu
di jiwa yang hanya ingin gaya

Aku Air

Air, air laut
ombaknya jadi angin
di nafas kita

air, air mata
tetesnya jadi tangis
di gelisah kitaair, air sungai
arusnya jadi pencarian
di jejak kita

air, air telaga
bening jadi cermin
di perenungan kita

Tuhan
aku airMu!

Kudus, Mei 2018.

Benci

Sengaja jadi api
membakar diri
: akhirnya jadi abu

*) Jumari HS, lahir di Kudus. 24 November 1965. Tahun 2011 diundang University Hangkuk Seoul Karea Selatan.dan membacakan puisinya di Kota Ansan. Sekarang sebagai Ketua Teater Djarum. Buku puisinya Tembang Tembakau ( 2008 ) dan Tentang Jejak Yang Hilang ( 2016 ), Panorama Senja (2018).


Rujukan:
[1] Disalin dari karya Jumari HS
[2] Pernah tersiar di surat kabar "Kedaulatan Rakyat" edisi Minggu, 3 Juni 2018 

0 Response to "Kampung Halaman - Bait-Bait Senja - Boneka - Kain Kafan - Akik - Aku Air - Benci"