Doa Dalam Tubuh Ibu – Doa Ibu  | Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara: Puisi, Cerber, Cerpen Koran Minggu

Senin, 14 Januari 2019

Doa Dalam Tubuh Ibu – Doa Ibu 


Doa Dalam Tubuh Ibu

Doa menjadi perihal yang sangat sakral
Sebagai penutup dari segala dosanya
Untuk menjadi orang yang paling mulia di hadapan Nya
Baginya doa adalah segalanya
Sebagai penyelamat untuk anak dan cucunya
Doa telah menjadi darah dalam tubuh ibu
Dan seorang ibu adalah manusia pertama
Yang diharapkan menjadi perantara keselamatan kehidupan seseorang
Sebab di bawah telapak kakinya Tuhan menaruh surganya
Yogyakarta, 2019

2018 Telah Selesai dan 2019 Telah Tiba

2018 telah usai, bu
Usiaku semakin menua
Aku sangat mengkhawatirkanmu
Dalam sisa umurku
Aku takut belum bisa menyembuhkan lukamu
Luka yang kau anyam untuk kehidupanku
dan dari kehidupanku
2018 telah usai, bu
Aku tidak memikirkan tentang umurku yang bertambah usia
Tapi dari sisa umurku
Mampukah aku menghapus air matamu
2018 telah usai, bu
dan 2019 telah tiba
Aku ingin segala hidupku terbaktikan untukmu
Yogyakarta, 2019

Doa Ibu

Menggapai mimpi adalah pertarungan dengan waktu
Dan aku mengerti semuanya akan sia-sia
Setelah doa-doa untukmu hilang dalam keangkuhan
Aku telah menggapai segala kebahagiaan
Dan tiada kebahagiaan yang lebih hakiki
Selain doa-doa kepadamu menjadi ritual paling awal
Setelah melaksanakan ibadah kepada tuhan
Ketabahan dan kesabaranmu
Dalam menjadi seorang ibu
Mengajarkan, bahwa kehidupan bukan untuk dikeluhkan
Ia hanya meminta sebuah ketabahan dan kesabaran
Dari proses perjuangan yang tidak kenal lelah dan kadang menyakitkan
Yogyakarta, 2019

Ibu

Engkau adalah doaku
Dan tidak pernah lupa kudoakan
Sebagai ingatan disaat aku hilang arah tujuan
Terlalu angkuh dan murka
Ketika dalam perncarian kebahagiaan
Aku tidak melibatkanmu
Sebab segala kebahagiaan
Adalah kemurkaan tanpa izinmu
Aku tidak mengizinkan tubuhku menyentuh
Segala kenikmatan dunia
Jika ia harus menambah luka dan air mata untukmu
Sedangkan aku telah meyakini
Bahwa engkau telah membesarkanku
Melewati segala hantaman ombak dan sebuah derita
Yang tidak mungkin engkau ceritakan kepadaku
Yogyakarta, 2019

Surat Untuk Ibu di Tahun Baru

Bu, surat ini ditulis saat hatiku dalam keadaan rindu dan saat orangorang sudah beramai-ramai pergi pojok kota, melaksanakan ritual
tahun baru dengan keluarga, kawan, dan kekasihnya menyaksikan
kembang api dan suasana yang baginya sangat menyenangkan
Disaat semua orang pergi ke kota, aku lebih memilih tahun baru di
kamar menikmati dengan segelas kopi dan sebatang rokok, mengingat perjuanganmu untuk membawaku kepada singgana kebahagiaan dengan rajutan berbagai luka dan air mata
Dalam pahitnya kopi dan hisapan rokok, aku lebih memilih menggambar garis tua wajahmu pada sebuah doa dan harapan, untuk
memberimu segala suatu yang sangat menyenangkan selain dari
doa-doa
Sekalipun doa-doa adalah keinginan terbesarmu, memberikan sesuatu yang lebih besar dari itu pun tidak lah cukup dibandingkan luka dan air mata semenjak engkau memberikan asi untukku sampai
aku mengetahui sendiri asal muasal asi itu
Di malam pergantian tahun, aku menikmatinya di kamar dengan
segelas kopi dan sebatas rokok dengan harapan di tahun setidaknya aku bisa sedikit menyembuhkan luka yang kau rasakan puluhan tahun
Di malam tahu baru, aku tidak menikmatinya dengan keriuhan yang
hanya sesaat itu sesaat itu, aku lebih memikirkan rasa khawatirmu
atas anakmu yang selalu mengharapkan baik-baik saja, aku
mengerti bahwa engkau pun tidak menikmati tahun baru dan lebih
memilih melepas rasa lelahmu yang seharian di sawah serta di dapur memasak buat ayah, kaka, dan adik-adik
Panjang umur dan kesehatanmu adalah doaku yang tidak pernah
lelah kuminta kepada Tuhan, sebab engkau adalah asal muasal tujuanku dalam mencapai segala mimpi-mimpiku
Yogyakarta, 2019

*) Rudi Santoso, lahir di Sumenep Madura. Mahasiswa Fishum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Alumni Teater Kertas Pondok Pesantern Banyuanyar Pamekasan, Nominasi 30 Puisi Terbaik Tingkat Asia Tinggara UNS 2017. Buku Puisi Pertamanya “Kecamuk Kota” Yang Diterbitkan Oleh Halaman Indonesia

[1] Disalin dari karya Rudi Santoso
[2] Pernah tersiar di surat kabar “Kedaulatan Rakyat” Minggu 13 Januari 2019
The post Doa Dalam Tubuh Ibu – Doa Ibu  appeared first on Kliping Sastra Indonesia | Literasi Nusantara.
Share:



Dokumentasi Populer



Arsip Literasi